Date: 24-10-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

National Journals

Journal Detail

Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C Terhadap Pendapatan Regional Hijau di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta

ID : 1-153-29, ISSN : 0854-4190 , PUB: Vol 15 , Desember, 2008

Abstract

Potensi bahan galian golongan C di Kabupaten Kulon Progo dapat menjadi modal untuk meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun pada kenyataannya masih belum termanfaatkan secara optimal. Hanya ada 4 jenis dari 11 bahan galian yang diproduksi secara kontinu pada tahun 2001-2005 padahal terdapat 11 jenis bahan galian golongan C yang ada di Kabupaten Kulon Progo, sehingga pendapatan regional dari sektor pertambangan bahan galian golongan C kecil kontribusinya bagi PDRB Kabupaten Kulon Progo.Pendapatan pemanfaatan bahan galian golongan C Hijau di Kabupaten Kulon Progo untuk tahun 2006 dengan memasukkan nilai suku bunga dan resiko pertambangan adalah Rp. 1.361.467.766,00 dan prediksi tahun 2010 adalah Rp. 1.685.664.125.984,00. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Hijau adalah sebesar Rp. 6.220.867.751,00 dan tahun 2010 adalah Rp. 1.132.858.665.049,00. Konribusi pemanfaatan bahan galian golongan C Hijau terhadap PDRB Hijau untuk masing-masing adalah sebesar 0,08% dan 0,55%. Pendapatan Regional Hijau (PRH) dari kegiatan pemanfaatan bahan galian golongan C di Kabupaten Kulon Progo untuk tahun 2006 adalah dengan memasukkan nilai suku bunga dan resiko pertambangan Rp. 1.216.842.766,00 dan prediksi tahun 2010 adalah Rp. 1.685.519.500.984,00. Pendapatan Regional Hijau (PRH) di Kabuaten Kulon Progo untuk tahun 2006 adalah sebesar Rp. 5.835.715.751,00 dan tahun 2010 adalah Rp. 1.132.473.513.049,00. Kontribusi Pendapatan Regional Hijau pemanfaatan bahan galian golongan C terhadap PRH total untuk masing-masing adalah sebesar 0,07% dan 0,51%. Terdapat korelasi yang signifikan antara nilai pendapatan regional bahan galian golongan C terhadap pendapatan sektor pertambangan dan penggalian. Hal ini mempengaruhi nilai PDRB total. Hal ini menimbulkan korelasi (meskipun tidak signifikan) terhadap PDRB total.

 

Keyword: PDRB Hijau, Potensi, Pertambangan, PDRB Coklat.

Author: Didit Welly Udjianto